Kabar baik bagi Indonesia datang dari industri teknologi tepatnya untuk sektor ponsel pintar kenamaan yang berasal dari Korea Selatan, yaitu Samsung.

Belum lama ini beredar kabar bahwa vendor yang merajai pasar smartphone global di Q3 2021 menurut laporan Canalys tersebut, akan mengalihkan sebagian kapasitas produksi mereka dari pabrik Vietnam ke negara lainnya yaitu India dan Indonesia.

Berdasarkan publikasi dari ChannelNews, Kamis (18/11/2021), Samsung disebutkan memiliki rencana untuk melakukan restrukturisasi produksi ponsel mereka secara bertahap mulai tahun 2022 mendatang.

Bicara mengenai alasan, meningkatnya biaya tenaga kerja di Vietnam ditengarai menjadi penyebab utama Samsung memutuskan untuk mengambil langkah pengalihan produksi. Ditambah dengan penutupan fasilitas manufaktur akibat situasi pandemi yang belum membaik di sana, pada akhirnya membuat Samsung semakin yakin untuk mempercepat rencana tersebut.


Detail pemindahan kapasitas produksi

Pabrik Samsung di Vietnam

info gambar

Sekadar informasi, dalam memproduksi ponsel garapannya secara global Samsung memang mengandalkan dua pabrik yang berlokasi di Vietnam, tepatnya di Provinsi Thai Nguyen dan Bac Ninh.

Mengutip TechRadar, selama ini dua pabrik di Vietnam telah menyokong proses produksi sekitar 61 persen atau sebanyak 182 juta unit ponsel Samsung setiap tahun, angka tersebut belum termasuk produksi perangkat teknologi seperti tablet atau sejumlah wearable device lainnya.

Berdasarkan situasi tersebut, hampir sebagian besar pasokan global untuk sejumlah perangkat teknologi Samsung yang didistribusikan ke berbagai negara untuk pasar Amerika Utara dan Eropa berasal dari Vietnam.

Namun, mulai tahun 2022 angka proporsi tersebut akan berkurang. Samsung dikabarkan siap mengalihkan sekitar 11 persen kapasitas produksi untuk kemudian dibagi ke pabrik yang berada di India dan Indonesia.

Meski begitu, pengurangan tersebut nyatanya tetap membuat Vietnam menjadi negara tempat sebagian besar ponsel Samsung berasal. Pemindahan yang terjadi hanya akan membuat kapasitas produksi di negara tersebut turun menjadi 50 persen atau sekitar 163 juta unit ponsel per tahun.

Mengenai detail pembagian, India yang memiliki fasilitas manufaktur di wilayah Noida sebelumnya diketahui hanya memproduksi sekitar 20 persen atau sebanyak 60 juta unit ponsel Samsung per tahun. Namun dengan adanya perubahan ini, kapasitas tersebut akan meningkat menjadi 29 persen atau sekitar 93 juta unit ponsel.

Sementara itu Indonesia, sebagai negara yang juga dipertimbangkan untuk mendapat limpahan produksi dari pabrik Vietnam sebelumnya diketahui telah menyumbang produksi ponsel Samsung secara global sebesar 4 persen atau sekitar 10 juta unit per tahun, kapasitas tersebut akan ikut berubah menjadi 6 persen atau sekitar 18 juta unit dalam kurun waktu yang sama.


Negara tempat ponsel Samsung diproduksi

Pabrik Samsung di Noida, India

info gambar

Selain Vietnam, India, dan Indonesia, Samsung diketahui juga pernah dan masih memiliki fasilitas manufaktur di beberapa negara lain yaitu China, Brasil, dan tentunya negara asalnya yaitu Korea Selatan sendiri.

Jika bicara mengenai pabrik produksi, banyak orang mungkin menyangka bahwa China seharusnya menjadi negara di mana sebagian besar produk Samsung berasal, bukan Vietnam. Kenyataannya, meski pernah memiliki pabrik di Negeri Tirai Bambu, namun nyatanya perusahaan memutuskan untuk menutup pabrik ponsel mereka di negara tersebut pada tahun 2019.

Melansir SamMobile, alasan kuat Samsung menutup dua pabrik produksi di China adalah karena ketatnya persaingan. Pangsa pasar Samsung di China kala itu diketahui berada di bawah angka 1 persen, sangat jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan pangsa pasar di Indonesia pada tahun yang sama.

Sementara itu selain mengandalkan ponsel yang diproduksi di Vietnam untuk pasar Amerika Utara, Samsung diketahui juga memiliki pabrik tersendiri di Brasil yang sudah berdiri sejak tahun 1999 untuk memenuhi permintaan pasar di wilayah Amerika Latin. Bedanya, fasilitas manufaktur di negara tersebut dikhususkan untuk memproduksi ponsel di kelas mid-rangeflagship, dan perangkat TV QLED.

Tentu tidak serta-merta melewatkan keberadaan fasilitas manufaktur di negara asalnya, Samsung juga memiliki pabrik di Korea Selatan yang memproduksi unit ponsel untuk pasar lokal. Meski begitu, angka produksi pada fasilitas tersebut diketahui hanya menyumbang kurang dari 10 persen keseluruhan produksi tahunan Samsung secara global.


Pabrik Samsung di Indonesia

Pabrik Samsung di Indonesia | PC and Tech Authority via notebookcheck.net

info gambar

Mengenai fasilitas produksi di tanah air, sebelumnya Indonesia diketahui memiliki pabrik manufaktur Samsung yang berlokasi di kawasan Jababeka, Cikarang, Bekasi.

Pertama kali dibuka dan beroperasi secara resmi pada tahun 2015, kala itu dana yang digelontorkan untuk menjalankan pabrik tersebut memakan nilai investasi sebesar 23 juta dolar AS.

Menukil Kompas.com, berdasarkan pemberitaan yang dimuat oleh media Korea Selatan, The Elec, Samsung kabarnya akan mengalihkan produksi dari Vietnam ke Indonesia dan India dalam bentuk pembangunan pabrik baru, serta siap mengucurkan dana sebesar 140 juta dolar AS.

Lebih detail, dari dana investasi tersebut sekitar 90 juta dolar AS akan dialokasikan untuk pengalihan produksi ke India dan sisanya atau sekitar 50 juta dolar AS ditujukan untuk pabrik produksi di Indonesia.

Sementara itu jika bicara mengenai pangsa pasar ponsel di Indonesia berdasarkan laporan Canalys, Samsung diketahui memang berhasil mempertahankan posisi yang konsisten pada Q2 dan Q3 2021 dengan tetap bertengger di posisi ketiga dari peringkat lima besar pangsa ponsel terbesar di tanah air.

Lebih detail, pada Q2 2021 Samsung berhasil mencatatkan pertumbuhan pangsa pasar sebesar 23 persen, sedangkan di Q3 2021 pabrikan ponsel tersebut menjadi satu-satunya vendor yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 7 persen di saat vendor lainnya justru mengalami penurunan pangsa pasar yang cukup signifikan.

Bisa jadi, performa tersebut yang pada akhirnya membuat Samsung memutuskan ikut melibatkan Indonesia sebagai negara yang mendapat ‘jatah’ limpahan produksi ponsel dari Vietnam.

sumber : https://www.goodnewsfromindonesia.id/

Total Page Visits: 46 - Today Page Visits: 2

By asep komar

Bismillahirrahmanirrahim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *